CIREBON.PKS.ID -Alhamdulillah, kita telah melewati malam Nuzulul Qur'an, momen bersejarah turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad ...
CIREBON.PKS.ID-Alhamdulillah, kita telah melewati malam Nuzulul Qur'an, momen bersejarah turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira. Malam 17 Ramadan yang penuh berkah itu memang telah berlalu. Namun, semangat yang kita bangun saat memperingatinya, semangat mencintai Al-Qur'an, semangat beribadah di malam hari, dan semangat mendekatkan diri kepada Allah, tidak boleh ikut berlalu. Justru di sinilah letak hikmahnya: Nuzulul Qur'an menjadi pemantik bagi kita untuk menyambut malam yang jauh lebih agung, yaitu Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Keterkaitan antara Nuzulul Qur'an dan Lailatul Qadar sangat erat. Al-Qur'an pertama kali diturunkan secara utuh dari Lauhul Mahfuzh ke langit dunia tepat pada malam Lailatul Qadar, kemudian diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad yang diawali pada malam Nuzulul Qur'an. Ini mengajarkan kita bahwa semangat membaca dan mentadaburi Al-Qur'an yang kita gelorakan saat Nuzulul Qur'an harus kita bawa hingga akhir Ramadan. Jika di pertengahan bulan kita giat membaca Al-Qur'an, maka di 10 malam terakhir kita harus meningkatkannya. Karena tidak ada cara terbaik menyambut malam turunnya Al-Qur'an selain dengan akrab bersama Al-Qur'an.
Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk bersungguh-sungguh di 10 malam terakhir. Aisyah RA berkata: "Apabila masuk sepuluh hari terakhir (Ramadan), Rasulullah SAW mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malam-malamnya, dan membangunkan keluarganya." (HR. Bukhari). Semangat ini selaras dengan apa yang kita rasakan saat malam Nuzulul Qur'an. Kini, momentum itu harus kita tingkatkan dengan berburu malam ganjil: malam 21, 23, 25, 27, dan 29. Jangan biarkan malam-malam berharga ini berlalu tanpa sujud panjang dan doa yang tulus.
DPD PKS Kota Cirebon memiliki tradisi tahunan yakni menghidupkan 10 malam terakhir di salah satu masjid di kawasan Kota Cirebon. Menurut Ghozali Fahamsyah, panitia Ansyitoh Ramadhan 1446 H, pihaknya telah menyusun daftar pembicara yang akan menemani jamaah dalam mengisi malam-malam penuh berkah tersebut. Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana bagi masyarakat untuk lebih maksimal dalam meraih keutamaan Lailatul Qadar.
Malam Nuzulul Qur'an memang telah berlalu, tetapi pintu ampunan masih terbuka lebar. Jangan biarkan penyesalan karena melewatkan malam Nuzulul Qur'an menghalangi semangat kita di 10 malam terakhir. Jadikanlah semangat itu sebagai bahan bakar untuk berlari lebih kencang memburu Lailatul Qadar. Masih ada waktu, masih ada kesempatan. Mari kita sambut malam-malam ganjil yang tersisa dengan ibadah maksimal, semoga Allah mempertemukan kita dengan Lailatul Qadar dan mengampuni segala dosa kita. Aamiin.
Selamat berjuang di 10 malam terakhir! Jangan menyerah, karena ampunan-Nya menanti. ***

COMMENTS