CIREBON.PKS.ID — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cirebon menggelar kegiatan halal bihalal sebagai momentum mempererat silaturahmi se...
CIREBON.PKS.ID — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cirebon menggelar kegiatan halal bihalal sebagai momentum mempererat silaturahmi sekaligus merefleksikan nilai-nilai tarbiyah pasca-Ramadhan. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Andalus pada Ahad (29/3/2026) ini menghadirkan rangkaian agenda bernuansa kekeluargaan, laporan capaian program Ramadhan, penguatan kaderisasi, hingga penampilan budaya lokal sebagai wujud harmoni dakwah dalam keberagaman.
Ketua DPD PKS Kota Cirebon, Yusuf M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan halal bihalal tahun ini mengusung tema Keluarga, dengan harapan para kader dapat hadir bersama anggota keluarga sebagai wujud penguatan ukhuwah dalam suasana kebersamaan.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Panitia Ansyitoh Ramadhan, Ghozali Fahamsyah, memaparkan laporan capaian program Ramadhan yang mengangkat tema "Ramadhan Bulan Kemanusiaan". Berbagai kegiatan telah dilaksanakan sejak pra-Ramadhan hingga pasca-Ramadhan, di antaranya pasar tani, tarhib Ramadhan, tebar ta’jil, qiyamullail, posko mudik dan balik, hingga halal bihalal.
“Semoga seluruh rangkaian kegiatan ini menjadi amal jariah,” ungkap Ghozali.
Ia juga menyampaikan capaian pembagian 6.000 paket ta’jil kepada masyarakat serta 900 paket bingkisan lebaran bagi kader dan struktur hingga tingkat DPRa.
Dalam sambutannya, ketua DPD PKS, Yusuf mengajak seluruh kader untuk senantiasa bersyukur atas kesempatan dididik selama sebulan penuh di madrasah Ramadhan.
Ia menegaskan bahwa dalam dua tahun terakhir, fokus utama PKS Kota Cirebon diarahkan pada penguatan kaderisasi. Para pembina diharapkan mampu menginternalisasi tiga prinsip pendidikan dari Ki Hajar Dewantara, yakni Ing Ngarso Sung Tulodo (di depan memberi teladan), Ing Madyo Mangun Karso (di tengah membangun semangat), dan Tut Wuri Handayani (di belakang memberi dorongan), sebagai fondasi dalam membina kader yang tangguh, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.
Kegiatan halal bihalal juga dimeriahkan dengan penampilan budaya khas Cirebon, yaitu tari topeng dan seni barongsai yang memukau para peserta. Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Junaedi, menyampaikan bahwa tari topeng tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga dapat menjadi media dakwah yang menyampaikan nilai-nilai kebaikan.
Ia juga menyinggung makna kehadiran barongsai sebagai simbol persaudaraan antara Cirebon dan Tiongkok, yang memiliki jejak sejarah sejak masa Sunan Gunung Jati menikah dengan putri Ong Tien. Menurutnya, kekayaan budaya tersebut menunjukkan bahwa harmoni dalam keberagaman telah lama menjadi bagian dari sejarah Cirebon.
Di penghujung acara, tausiyah disampaikan oleh tokoh Jawa Barat, Anwar Yasin, yang mengajak seluruh hadirin menjadikan tarbiyah Ramadhan sebagai bekal perubahan diri yang berkelanjutan.
Ia menekankan bahwa proses pendidikan ruhiyah selama Ramadhan hendaknya terus memberikan dampak positif, sehingga semangat beribadah, berdakwah, dan berkontribusi tidak pernah kendor dalam kehidupan sehari-hari.***

COMMENTS