Netty Prasetiyani Aher Cirebon.PKS.ID -Anggota Komisi IX DPR RI asal Daerah Pemilihan Jawa Barat VIII (Kota dan Kabupaten Cirebon, Kabupat...
| Netty Prasetiyani Aher |
Cirebon.PKS.ID-Anggota Komisi IX DPR RI asal Daerah Pemilihan Jawa Barat VIII (Kota dan Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu), Netty Prasetiyani Aher, menegaskan bahwa persoalan kesehatan mental di Indonesia harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, daerah, maupun masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Netty menanggapi estimasi Kementerian Kesehatan yang menyebutkan potensi sekitar 28 juta warga Indonesia mengalami gangguan kesehatan mental. Menurutnya, angka tersebut menggambarkan kondisi nyata bahwa persoalan kesehatan mental masih seperti fenomena gunung es, di mana kasus yang terdeteksi jauh lebih kecil dibandingkan kondisi sebenarnya di lapangan.
“Langkah Kementerian Kesehatan untuk memperkuat layanan kesehatan jiwa di puskesmas patut didukung. Ini merupakan upaya penting untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat serta memperluas akses penanganan kesehatan mental,” ujar Netty, Jumat (23/1).
Namun demikian, Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengingatkan bahwa penguatan layanan kesehatan mental tidak cukup hanya dari sisi fasilitas dan tata laksana medis. Ia menekankan pentingnya edukasi publik dan pengurangan stigma, agar masyarakat tidak ragu untuk memeriksakan diri dan mencari bantuan profesional.
“Masih banyak masyarakat yang memandang gangguan kesehatan mental sebagai aib atau kelemahan pribadi. Padahal, kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik dan gangguan kesehatan mental dapat dialami siapa saja,” jelasnya.
Netty juga menyoroti rendahnya angka deteksi gangguan mental dalam program skrining kesehatan. Menurutnya, hal ini menjadi indikator kuat bahwa tingkat kesadaran dan keberanian masyarakat untuk melapor masih rendah.
Oleh karena itu, ia mendorong agar penguatan layanan kesehatan jiwa di puskesmas dibarengi dengan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, integrasi layanan konseling dasar, serta kampanye literasi kesehatan mental yang berkelanjutan dan sensitif budaya, termasuk di daerah-daerah seperti Cirebon dan sekitarnya.
“Kesehatan mental yang terjaga akan berdampak langsung pada produktivitas, keharmonisan keluarga, dan stabilitas sosial. Karena itu, kebijakan di bidang ini harus dipandang sebagai investasi jangka panjang pembangunan manusia,” tambahnya.
Sebagai wakil rakyat, Netty berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan kesehatan mental agar berjalan efektif, merata, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak, remaja, dan keluarga.
“Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, kita berharap layanan kesehatan mental semakin mudah diakses dan tidak lagi menjadi isu yang disembunyikan,” pungkas Netty.
COMMENTS